Perjalanan

Suraiya Kamaruzzaman dan Hadi Sutedjo St Sabri

a Couple

Sebagai pasangan suami-istri yang hidup terpisah secara geografis, mengatur pertemuan sering kali tidak semudah menghitung jemari, sesuai kesepakatan kami harus bertemu setiap dua minggu. Namun karena kesibukan masing-masing cukup tinggi ditambah jadwal mobilitas travelling tidak menentu, menyepakati lokasi dan waktu pertemuan menjadi sebuah tantangan menarik. Well, Istriku mengusulkan untuk berlibur ke ubud – bali seraya memperingati Hari Ulang Tahun kelahirannya, pada awal bulan Juni 2012, usul disetujui, kamipun sepakat untuk bertemu di bandara Jakarta dan menuju bali pada 1 Juni 2012. Namun mendadak sontak Aku tertarik untuk menghadiri sebuah acara yang diadakan oleh Komunitas Ubuntu Indonesia di Jogya pada 2 dan 3 Juni 2012. Kami berdiskusi ulang, akhirnya bersepakat Tanggal 1 Juni 2012 bertemu di Bandara Soekarno-Hatta untuk bersama – sama menuju Jogyakarta sebagai lokasi pilihan.

Terima kasih kepada keponakan kami Desi Fitalia atas bantuannya merancang perjalanan indah ini dengan memesan hotel di Merapi Merbabu Hotel, yang terbilang baru beroperasi (soft opening) selama Tiga Bulan pada Juni 2012.

ubuntu-id summit 2012

ubuntu-id summit 2012


Makan Malam di RM Jejamuran

Alumni Al Falah Abu Lam-u di Jogya

Menjadi penggiat gerakan Free Open Source Software adalah pilihan sekaligus hobby. Sebagaimana ketika Berpartisipasi dalam acara ubuntu-id summit 2012, menjadi bermakna dalam upaya menyegarkan pikiran, sebagai salah satu alat escaping dari aktivitas sehari-hari yang menguras energi dan psikis. Berbagi cerita, pengalaman, mimpi dan citac-ita dengan para generasi muda, pelajar, mahasiswa dan mahasiswi sungguh menyenangkan, seakan menatap semangat generasi penerus bangsa, ditengah situasi Negara yang carut marut berwajah pilu.
Suraiya sudah lebih 10 tahun tidak berkunjung ke Jogyakarta. Jogya sendiri, adalah kota Tujuan Wisata sekaligus salah satu sentra generasi muda Indonesia menuntut Ilmu di berbagai perguruan tinggi yang berjumlah amat banyak. Setiap individu memiliki kenangan atas sebuah kota, Suraiya dan Jogya bisa jadi menyimpan pula satu atau lebih kenangan. Sebagai salah satu Pengurus Pesantren Al-Falah Abu Lam-U , Suraiya memanfaatkan kesempatan kunjungan ke Jogyakarta untuk bertemu dengan alumni Pesantren yang kini menempuh pendidikan di berbagai Perguruan Tinggi di Jogya, Rumah Makan Jejamuran direkomendasikan oleh salah satu Kawan, kamipun menetapkan RM Jejamuran sebagai venue pertemua Suraiya dengan 10 alumni Pesantren Al Falah Abu Lam-u dengan tajuk Makan Malam Bersama.

Pemikiran
Masing – masing dari kami, telah melewati lebih dari 40 kali ulang tahun, berbagai model peringatan ataupun perayaan telah dilalui, meski tidak satupun model perayaan mengambil cara pesta hingar bingar, sama – sama berasal dari keluarga sangat sederhana dalam berbagai aspek, kami tidak mengenal Pesta Ulang Tahun, saat menjadi pasangan suami – istri, pada sebuah momen kami ingin melakukan sesuatu yang spesial menurut standar dan sudut pandang kami. Saat menikah, genre “Pre Wedding Phorography” tidak menyentuh ranah kehidupan kami, aku dengan sedikit ragu – ragu mengajukan usul memperingati hari kelahiran Suraiya berdua saja dengan sekedar Makan Malam dan membuat rekaman foto kenangan.
Tidak ada tindakan istimewa kami laksanakan, tidak pula memesan baju khusus sebagai kostum, hanya memilih Pakaian sehari – hari dengan kecocokan warna. Memesan Jasa Fotografer untuk merekamnya, that’s all. Gadjah Wong Resto pilihanku yang disetujui Istri, tidak ada alasan khusus mengapa memilih Gdjah Wong, kecuali ingatan aku pernah mengunjunginya dan mengenal resto tersebut, kupikir istri tidak memiliki pilihan di Jogya, menyetujuinya barangkali hanya karena sebuah keyakinan, aku selalu memilih hal terbaik untuk kami.

Ulang tahun ke 44 Suraiya Kamaruzzaman

Gadjah Wong Resto


Sup Tomat, Jus Jeruk, Sirloin Beef Steak menu pilihan Suraiya, sementara Tom Yam Sup, Rosie Red dan Sirloin Beef Steak menjadi santapanku malam itu. Tidak ada hingar bingar, selain musik country live yang disuguhkan resto, suasana tenang, redup dan syahdu. Kami berbincang bebas tentang segala hal, tentang kehidupan yang harus banyak kami syukuri, tentang anak- anak yang sehat, dan sedikit tentang kemalangan Negeri ini. Kami menyadari keindahan dan kebahagiaan dapat diraih dengan berbagai cara, dari cara paling spektakuler dan mahal, sampai cara paling sederhana dan murah.

It's a present Not a gift

Selamat Ulang Tahun Suraiya

Tampaknya pengurus Gadjah Wong Resto bisa menduga dengan benar, kami pasangan yang sedang merayakan Ulang Tahun, ketika meminta Bill makanan, tiba – tiba lampu dipadamkan dan sempat mengejutkan kami, karena tiba – tiba secara serentak seluruh awak restoran menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” mengiringi salah satu Pelayan Perempuan menyuguhkan tumpukan buah dengan lima buah Lilin menyala. Kejutan yang menyenangkan dan tepat sasaran, kami menyampaikan Penghargaan sebesarnya kepada Manajemen Gadjah Wong Resto atas semua ini.

Tiup Lilinnya …

Outdoor
Masih dalam rangka memperkukuh kebersamaan, secara sadar kami merencanakan berkunjung ke obyek wisata. Paket Kunjungan Candi Ratu Boko dan Candi Prambanan dengan biaya 45.000 rupiah sangat memuaskan kami.

Tataplah Dunia dengan Besar Hati

Candi Ratu Boko

Suraiya Kamaruzzaman dan Hadi Sutedjo st sabri

Candi Prambanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s