PEREMPUAN NAMANYA

Oleh : Suraiya Kamaruzzaman

Ketua Dewan Pengurus Flower Aceh

Puisi ini pernah dipublikasikan di Harian Serambi Indonesia, 1 Agustus 2004
Ta´zimku kepada perempuan Aceh
yang tak berhenti merajut diri

Mulai pagi
Ia menyuapi
Seorang bocah kesepian
Di tengah barak pengungsian

Barusan saja
Ia menyeka lelehan air mata
Perempuan sebaya
Kehilangan pujaan belahan jiwa

Kemarin dulu di tengah desingan peluru
Gelegar meriam menyerbu membahana
Menggentarkan jiwa
Ia mengubur manyat tak bernama

Minggu lalu sebait cerita pilu
Merengkuh, membalut kalbu
Ia berupaya memupus luka
Trauma seorang perempuan belia
Diperkosa tentra

Belum terlupakan ayunan langkahnya
di bulan silam
Menghadang sekelompok Tuan Berseragam
Angkuh, memanggul senjata
Wajah dingin, menyimpan murka
Tak gentar, Ia bertanya
Dimana Anak Lelakiku, Tuan makamkan?

Luka panjang mendera
Kegelisahan meronta
Anak negeri porak – poranda
Tak hentikan uluran tangan
Belaian kasih Bunda
Esok hari, entah kisah apa.

Perempuan, namanya
Ringkih tubuhnya
Keriput menghiasi sudut matanya
Memutih gelung tipis rambutnya
Wajah merenta di usia muda
Tegakkan kepala
Semangat menyala
Pesona dimata
Melembut, membayang kasih samudra
Menebar keseluruh jiwa yang hampa

Perempuan, namanya
Kearifan Ratu Safiatuddin diwarisinya
Keberanian Cut Nyak Dien menjadi teladannya.
Kecerdikan Siti Aisyah dimilikinya
O engkau perempuan perkasa
Dari ranah konflik bersenjata
Di ufuk barat Sumatera
Membalas kekerasan dengan cinta.

 

You Ma Te, Hong Kong, 2004

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s